“Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para shahabat bertanya: “Termasuk juga anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”
Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, dan Dia menulis untuk diri-Nya sendiri, yang tetap berada di sisi-Nya di atas ‘arsy: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”
Sejatinya, jurusan Tafsir Hadits perguruan tinggi Islam melahirkan para mufassir dan muhaddits yang memperluas horizon tafsir dan hadits. Akan tetapi yang terjadi malah mendekonstruksi (menghancurkan) keilmuan tafsir dan hadits lalu menggesernya dengan ilmu-ilmu baru yang jauh dari niali-nilai wahyu/tafsir-hadits. Dengan pola seperti ini, mungkinkah jurusan Tafsir Hadits melahirkan mufassir dan muhaddits?
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bersaksi sesungguhnya aku Rasulullah, kecuali karena salah satu dari tiga: (1) jiwa dengan jiwa (qishash), (2) selingkuh, dan (3) keluar dari agama meninggalkan al-Jama’ah.
Sebagai pedoman kehidupan bagi manusia, al-Qur`an dan hadits tentu saja turut menyoroti fenomena mafia hukum. Al-Qur`an dan hadits juga menjelaskan bagaimana hukuman yang semestinya mereka dapatkan.
Mendeskripsikan apa itu al-jama’ah di zaman sekarang merupakan sesuatu yang cukup sulit. Karena al-jama’ah di zaman sekarang tidak ada wujudnya seperti yang ada di zaman Nabi saw dan para shahabat.










Komentar Terakhir