Hadits adalah berita dari atau tentang Nabi Muhammad shallal-‘Llahu ‘alaihi wa sallam (selanjutnya ditulis ‘saw’), mencakup perkataan, perbuatan dan persetujuannya. Di dunia ini, tidak ada seorang tokoh pun; apakah itu kepala negara, politisi, ilmuwan bahkan artis sekalipun, yang berita tentang dirinya sangat diperhatikan sebesar perhatian umat Islam terhadap berita Nabinya, Muhammad saw. Apalagi sampai dikembangkan satu ilmu khusus untuk menyeleksi kebenaran “perkataan, perbuatan dan persetujuan” dari tokoh-tokoh tersebut seperti yang telah diberlakukan kepada Nabi Muhammad saw melalui ilmu-ilmu hadits (‘ulumul-hadits).
Inkar Sunnah artinya mengingkari sunnah. Ia adalah nama sebuah aliran keagamaan yang pernah muncul di Indonesia pada tahun 1980-an dan dinyatakan sesat serta dilarang beredar oleh Kejakgung RI pada tahun 1983. Pada tahun 1985 Kejakgung RI juga melarang beredarnya al-Qur`an terjemahan yang ditulis Nazwar Syamsu, seorang da’i Inkarussunnah. LPPI dalam hal ini sudah menerbitkan hasil penelitiannya pada tahun 1985 melalui buku, Bahaya Inkar Sunnah. Ditemukan setidaknya 25 penyimpangan penerjemahan yang dilakukan Nazwar Syamsu sebagai akibat pengingkarannya terhadap sunnah.
Kajian Ulang atas Hadits-hadits yang Dinilai Misoginis Bagi kalangan feminis (penganut paham kesetaraan gender), Islam sama saja dengan Kristen, dan budaya-budaya patriarkhi (yang terlalu mengunggulkan lelaki) lainnya di dunia yang memandang rendah perempuan. Buktinya, banyak sekali hadits-hadits yang merendahkan martabat perempuan (misoginis). Tulisan di bawah ini akan mencoba menjawabnya dengan sebuah pengkajian ulang yang komprehensif. [...]
قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَخَذَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا تَمْرَةً مِنْ تَمْرِ الصَّدَقَةِ فَجَعَلَهَا فِي فِيهِ فَقَالَ النَّبِيُّ كِخْ كِخْ لِيَطْرَحَهَا ثُمَّ قَالَ أَمَا شَعَرْتَ أَنَّا لَا نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ Abu Hurairah berkata: Hasan ibn ‘Ali ra pernah mengambil satu buah kurma dari kurma zakat, lalu ia memasukkannya ke dalam mulutnya. Nabi saw langsung berkata [...]
قَالَتْ عَائِشَةُ: كَانَ النَّبِىُّ y يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ ‘Aisyah berkata: Nabi saw berdzikir kepada Allah di setiap waktunya Takhrij Hadits Hadits di atas diriwayatkan dalam kitab berikut ini: Shahih Muslim kitab al-haidl bab dzikril-’Llah ta’ala fi halil-janabah no. 852. Sunan Abi Dawud kitab at-thaharah bab fir-rajul yadzkurul-’Llah ta’ala [...]
إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ Sesungguhnya di antara berbakti yang paling baik adalah seseorang menyambungkan hubungan kepada keluarga teman dekat ayahnya sesudah ia meninggal dunia Takhrij Hadits Hadits di atas diriwayatkan dalam kitab berikut ini: Shahih Muslim kitab al-birr was-shilah bab fadlli shilah ashdiqa`il-ab wal umm [...]
Dari Jabir, ia berkata: Nu’man ibn Qauqal datang kepada Nabi saw, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan anda jika saya shalat wajib, mengharamkan yang haram dan menghalalkan yang halal, apakah saya akan masuk surga?” Nabi saw menjawab: “Ya”.
Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Sebagai manusia yang berakal tentunya akan menempuh cara-cara untuk menemukan dan menjawab pertanyaan itu. Namun terkadang seorang muslim dan mu’min yang sudah jelas apa panduan dan bagaimana cara-cara syar’i untuk menemukan dan mengenal Tuhan-nya itu terjebak dengan cara-cara tidak syar’i dan tidak benar untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan diatas.
“Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para shahabat bertanya: “Termasuk juga anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”
Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, dan Dia menulis untuk diri-Nya sendiri, yang tetap berada di sisi-Nya di atas ‘arsy: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”







Komentar Terakhir