Akhir 2009 silam, sebuah film yang menggambarkan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 dirilis ke pasar. Alasan “ilmiah”-nya, berdasarkan kalender suku Maya di Amerika yang dikenal menguasai astronomi, penanggalan berakhir pada 21 Desember 2012. Planet Nibiru yang ditemukan bangsa Sumeria diklaim akan segera menabrak planet bumi, dan NASA dengan sengaja menyembunyikan fakta tersebut. Umat Islam sudah tentu harus menolak setiap isu tentang waktu pasti terjadinya kiamat seperti itu.

Pihak NASA (lembaga astronomi resmi Amerika Serikat) melalui situsnya, dengan tegas membantah isu tersebut. Menurut NASA, “Tidak ada dasar fakta yang jelas bahwa ada planet misterius yang mengancam bumi.” Seperti dikutip di situs NASA, jika memang benar akan terjadi tubrukan, para astronom paling tidak bisa melihatnya sejak satu dasawarsa lalu. Dan jika memang ada planet yang bergerak mendekat ke bumi, hal itu bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang. “Jelas hal semacam itu tidak sedang terjadi,” demikian pernyataan NASA yang dipampang pada situsnya.

NASA mengklaim para ilmuwan di seluruh dunia yang meneliti angkasa luar tidak melihat adanya ancaman yang besar yang akan terjadi pada bumi pada 2012. Planet bumi alias planet biru yang dihuni manusia ini telah bertahan selama lebih dari 4 miliar tahun. Pengamatan luar angkasa sebelumnya memang telah mendeteksi keberadaan planet Eris, ditemukan pada 2005 oleh astronom AS, mengambang di luar angkasa. Namun planet mungil dengan suhu sangat dingin dan berukuran sedikit lebih besar planet pluto ini diperkirakan NASA akan tetap berada di luar tata surya kita, dan tidak akan berjarak lebih dekat dari 6,4 miliar kilometer dari bumi.

NASA juga siap membuktikan bahwa ramalan mengenai badai geomagnetik, berbaliknya kutub-kutub bumi atau ketidakstabilan kerak bumi akan menghancurkan bumi, tidak benar adanya. Ada beberapa mitos yang menyebutkan bahwa rotasi bumi dan kutub magnet bumi memiliki hubungan, dengan bergantinya kutub magnetik bumi setiap 400 ribu tahun. “Sejauh yang kita ketahui perubahan magnet itu tidak berbahaya terhadap kehidupan di planet bumi.” Mereka juga berpandangan bahwa berbaliknya rotasi bumi sebagai sesuatu yang mustahil. Perubahan berbaliknya medan magnet bumi juga dipandang tidak akan terjadi dalam beberapa milenium mendatang.

Sementara komet dan asteroid yang menabrak bumi merupakan sesuatu yang sering terjadi, namun tubrukan yang besar amat jarang terjadi. Terakhir kali kejadian itu berdampak pada bumi adalah pada 65 juta tahun silam, yang diduga menjadi penyebab punahnya dinosaurus. “Kita cukup yakin tidak ada asteroid yang mengancam bumi yang bisa membuat dampak seperti 65 juta taun silam,” demikian keterangan NASA.

Sementara itu pihak suku Maya di Guatemala dan Mexico sendiri membantah bahwa kalender suku Maya yang berakhir pada 21 Desember 2012 itu adalah pertanda akan datangnya kiamat. Sebab menurut mereka, kalender suku Maya itu hanya menunjukkan adanya beberapa fase kalender Sesudah kalender berakhir 21 Desember 2012, maka akan ada lagi fase baru kalender Maya (republika.co.id).

 

Berbagai Ramalan Palsu Kiamat

Jauh sebelum ini, sudah banyak ramalan palsu tentang waktu pasti terjadinya kiamat. Akan tetapi semua ramalan tersebut palsu dan bohong belaka. Sebagaimana dilansir oleh situs kaskus.us, yang pertama di antaranya datang dari Leeds, Inggris. Sejarah telah menuliskan banyak tokoh yang menyerukan bahwa hari kiamat hampir datang dengan ditandai kedatangan nabi. Namun, mungkin “nabi” yang super aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan “Kristus akan datang”. Seiring menyebarnya kabar mukjizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.

Ramalan palsu tentang kiamat yang kedua datang dari New England. Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harfiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkhotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tidak dibutuhkan lagi, tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).

Ramalan ketiga dikemukakan oleh Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, dimana ia mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahukan bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan (1891), dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.

Ramalan keempat, pada tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.

Ramalan kelima, pada Mei 1980, Televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, “700 Club” kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir. “Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia,” kata Robertson.

Ramalan keenam, ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio “Coast to Coast AM” yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus yang percaya pada UFO di San Diego yang menamakan diri Heaven’s Gate untuk mempercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

Ramalan ketujuh, karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, “Tahun 1999, bulan ketujuh. Dari langit datang raja besar teror.” Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

Ramalan kedelapan, ketika abad ke-20 hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer tidak akan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

Ramalan kesembilan, Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster, menyatakan bahwa massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu tetapi bumi belum juga beku.

Ramalan kesepuluh, menurut pendeta dari God’s Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God’s Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, “paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi,” dan buku itu juga mencatat, “Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan.”

Semua ramalan tersebut hanyalah kebohongan semata. Umat Islam sudah semestinya semakin yakin bahwa kiamat hanya diketahui oleh Allah swt semata. Tidak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Setiap ada orang yang menyatakan bahwa ia bisa memastikan kapan terjadinya kiamat, tentu itu adalah pembohongan publik dan perbuatan bohong kepada Allah swt. Kiamat akan terjadi atau tidak pada 2012, hanya Allah swt yang tahu. Tetapi kalau sampai dipastikan kiamat akan terjadi pada akhir 2012, itulah kebohongan terhadap Allah swt.

 

Kiamat Segera Datang

Satu hal yang pasti kiamat akan segera datang. Allah swt dalam QS. al-Anbiya [21] dan Al-Qamar [54], masing-masing pada ayat pertama menyatakan bahwa kiamat sebentar lagi akan datang. Salah satu tandanya bulan telah terbelan pada zaman Nabi saw menjadi dua bagian. Dalam hadits shahih sendiri, Nabi saw menyatakan bahwa di antara tanda kiamat itu adalah diutusnya Nabi Muhammad saw (Shahih al-Bukhari kitab ar-riqaq bab qaulin-Nabi bu’itstu ana was-sa’ah ka hataini).

Di samping itu Nabi saw juga menyatakan bahwa di antara tanda akan segera datangnya kiamat adalah: dicabutnya ilmu, kokohnya kebodohan, diminumnya khamer, dan terang-terangannya perzinahan (Shahih al-Bukhari kitab al-‘ilm bab raf’il-‘ilm no. 80). Dalam riwayat lain Nabi saw menyatakan: “Zaman saling berdekatan, amal berkurang, ketamakan ditumpahkan, fitnah bermunculan, dan al-harj bertambah banyak.” Para shahabat bertanya: “Apa al-harj itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan.” (Shahih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab zhuhur al-fitan, 6 : 2590 no. 6652). Kuncinya, yataqarabuz-zaman; waktu sudah tidak berarti lagi saking keringnya dari nilai-nilai kehidupan. Penyebabnya, (1) rendahnya minat terhadap ilmu, (2) amal-amal ibadah banyak ditinggalkan, (3) sikap individualistis merajalela, dan (4) banyak terjadi pembunuhan.

Semua itu sudah dirasakan oleh kita semua, pertanda bahwa kiamat segera datang. Tinggal pertanyaannya bagaimana kita akan menghadapinya?

Banyaknya ilmu tentang kiamat yang disampaikan Allah swt dan Rasul-Nya bukanlah untuk memuaskan haus intelektual dan rasa keingintahuan semata. Penjelasan-penjelasan tentang kiamat seperti di atas dikemukakan untuk dijadikan peringatan dini agar iman dan amal shalih semakin meningkat. Jika banyak di antara umat Islam sadar kiamat akan segera datang, tetapi ibadah masih malas, tadarus al-Qur`an selalu tidak teragendakan, zakat sering terlewatkan, faqir miskin selalu terabaikan, itu pertanda bahwa pengetahuannya hanya sebatas pengetahuan, tidak menjadi ilmu yang mendorong pada bertambahnya iman dan amal shalih. Umat Islam sudah tentu tidak boleh menyikapi kiamat seperti itu.

Rasul saw ketika mengingatkan kiamat kepada keluarganya, beliau menginstruksikan agar semua istri-istrinya dibangunkan untuk shalat tahajjud. Ini menjadi sebuah pertanda yang jelas bahwa ilmu tentang dekatnya kiamat harus semakin menjadikan kita giat beribadah, di antaranya rajin shalat tahajjud. Ummu Salamah, istri Nabi saw berkata: Pada suatu malam Rasulullah saw terbangun dalam keadaan terkejut, lantas ia bersabda: “Subhanallah, betapa banyak anugerah duniawi yang Allah turunkan, dan betapa banyak turunnya fitnah [pertanda  kiamat akan segera datang]. Siapa yang hendak membangunkan penghuni kamar-kamar? [yang dimaksud istri-istri Rasul supaya dibangunkan untuk shalat malam] Banyak sekali yang berpakaian di dunia tapi telanjang di akhirat [di dunia enak berselimut dan berpakaian, tetapi di akhirat telanjang karena malas shalat tahajjud].” (Shahih al-Bukhari, kitab al-fitan, bab la ya`ti zaman illal-ladzi badahu syarrun minhu no. 6542).

Wal-‘Llahu a’lam. nashruddin syarief